Sejarah Singkat Desa Panimbaan

PROFIL DESA PANIMBAAN

Desa Panimbaan ini merupakan desa yang berada di daratan rendah, namun tergolong tinggi dari daerah lain diwilayah Kecamatan Juai. Asal-usul Desa Panimbaan terbentuk atas dasar filosofi wilayahnya yang sering mengalami kemarau sehingga masyarakat ingin mendapatkan air sering menimba sumur. Hal inilah yang mungkin menjadi dasar mengapa desa ini dinamakan Desa Panimbaan. Masyarakat berharap dengan nama ini, Desa Panimbaan menjadi desa yang terdepan, maju dan mandiri yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma yang ada. Dengan wilayah yang cukup luas, dimana luas Desa Panimbaan yaitu ± 457,028 hektar dan sekarang mempunyai jumlah penduduk 363 jiwa yang terdiri dari 175 laki-laki dan 175 perempuan dan terdiri dari 111 Kepala Keluarga (KK) dan terbagi menjadi 2 wilayah Rukun Tetangga (RT).

Batas Wilayah Desa :

  • Utara: berbatasan dengan Desa Galumbang dan Desa Juai
  • Selatan : berbatasan dengan Desa  Tigarun
  • Timur : berbatasan dengan Desa  Binjai Punggal dan Desa Bangkal
  • Barat : berbatasan dengan Desa Mungkur Uyam
Keadaan Desa Panimbaan sangat subur untuk digunakan dibidang pertanian atau perkebunan. Lokasi rawa di Desa Panimbaan sebagian besar digunakan untuk lahan pertanian (persawahan) dan bagi lokasi yang kering sebagian besar digunakan sebagai lahan perkebunan karet dan sawit. Desa Panimbaan dikelilingi oleh areal perkebunan yang meliputi kebun karet dan kebun sawit. Secara  Geografis wilayah Desa Panimbaan dengan luas wilayah ± 457,028 hektar , Desa Panimbaan  berada di dataran tinggi dan tidak rawan banjir.


Penduduk Desa Panimbaan terbagi menjadi dua wilayah Rukun Tetangga yaitu Rt. 01 dan Rt. 02. Jumlah penduduk di Desa Panimbaan adalah 363 jiwa terdiri dari laki-laki 179 jiwa dan perempuan 184 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 115.

Di Desa Panimbaan mempunyai adat istiadat/budaya yang setiap tahun di peringati/ di rayakan yakni setelah musim panen ataupun sebelum musim tanam tiba warga desa selalu mengadakan syukuran/selamatan yang tempat pelaksanaannya berada didekat lahan persawahan warga desa dan adat/budaya ini selalu dilaksanakan warga desa setiap tahun sampai sekarang.

Masyarakat Desa Panimbaan juga masih sangat lekat dengan adat/budaya gotong royong seperti pada acara perkawinan, kelahiran, kematian dan pada saat akan membangun rumah, sikap tolong menolong antara sesama warga juga masih sangat kuat dan erat, masyarakat Desa Panimbaan masih mempertahankan adat yang juga menjadi simbol bangsa Indonesia yaitu gotong royong dan tolong menolong.

Pusat perekonomian rakyat Desa Panimbaan seperti pasar desa tidak ada hal ini karena letak desa yang tidak terlalu jauh dari pasar kecamatan/kabupaten, Di Desa Panimbaan perekonomiannya sebagian besar adalah dari hasil karet dan ada juga dari hasil ayam, itik dll.

Usaha masyarakat Desa sebagian besar hanya dari usaha karet, pertanian dan perkebunan yang menjadi paling menonjol di Desa Panimbaan, ± 80 % masyarakat menekuni usaha tersebut, walaupun ada sebagian kecil yang mempunyai usaha niaga/berdagang dan juga peternakan.






 

Komentar